Hai.....
Mungkin ini bukan kabar
mengejutkan bagi saya, karena sudah terlalu banyak kabar buruk dan saya sendiri
sudah terlatih akan kabar – kabar seperti itu. Selasa pagi tepat pukul 06.10 hp
ku berdering namun tak tahu ini nomor siapa, namun aku semacam pernah mengingat
nomor ini, dengan segera aku mengangkatnya karena ku mengira ini nomor wakil
rektor II. Namun apa yang kupikirkan terbantahkan dan itu telpon dari kamu.
Kamu adalah seseorang yang pernah sya ceritakan diblog lain. Lama tak
berkomunikasi suara ini asing bagiku, namun aku tetap beritikad baik untuk
menerimanya.
Dengan singkat dia bermohon maaf
dan mohon izin untuk menikah pada maret tahun ini. Kabar yang buruk dalam
hatiku dan baik untukmu. Namun diluar dugaan ku dia bermohon untuk tidak
mengubunginnya sampai pada tanggal pernikahannya. Dia menceritakan bahwa calon
lelakinya telah di usik dengan nomor yang tak dikenal dan mungkin ia takut dan
mengantisipasi sampai hari pernikahannya. Hal itu aku sanggupin dengan baik karena bukan aku yang melakukannya.
