9 Februari

by Februari 08, 2016 0 komentar
Hai.....
Mungkin ini bukan kabar mengejutkan bagi saya, karena sudah terlalu banyak kabar buruk dan saya sendiri sudah terlatih akan kabar – kabar seperti itu. Selasa pagi tepat pukul 06.10 hp ku berdering namun tak tahu ini nomor siapa, namun aku semacam pernah mengingat nomor ini, dengan segera aku mengangkatnya karena ku mengira ini nomor wakil rektor II. Namun apa yang kupikirkan terbantahkan dan itu telpon dari kamu. Kamu adalah seseorang yang pernah sya ceritakan diblog lain. Lama tak berkomunikasi suara ini asing bagiku, namun aku tetap beritikad baik untuk menerimanya.

Dengan singkat dia bermohon maaf dan mohon izin untuk menikah pada maret tahun ini. Kabar yang buruk dalam hatiku dan baik untukmu. Namun diluar dugaan ku dia bermohon untuk tidak mengubunginnya sampai pada tanggal pernikahannya. Dia menceritakan bahwa calon lelakinya telah di usik dengan nomor yang tak dikenal dan mungkin ia takut dan mengantisipasi sampai hari pernikahannya. Hal itu aku sanggupin dengan baik karena bukan aku yang melakukannya.

Tak ingin lama mendengarkan suaranya dan kesibukan pagi hariku pun yang padat segera aku akhirin. Dan kembali ia memohon maaf dan mohon izin untuk menikah dibulan maret. Dengan baik aku persilahkan dan mungkin ia tahu bahwa aku pun tak pernah memberi izin dan maaf untuk hal itu. Namun untuk kebahagiaanya aku menyimpan kata hati ku itu.

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.