Hallo diriku sendiri...!!!
Aku harap kamu dalam keadaan baik dan sehat-sehat saja ya setelah kabar itu kamu dengarkan.
Hari
demi hari mungkin berat kamu lalui, namun aku yakin kamu pasti bisa melewatinya. aku yakin itu.
Mungkin terkadang aku lupa menyapamu slama ini. Lupa akan menanyakan kabar dan keadaanmu. aku mulai tersadar disaat mendengarkan kabar buruk itu. Dan kini aku menyakini bahwa kamu sangat berat melewati hari - hari kedepannya. Dia yang dulu selalu ada dan kini telah tiada untuk selamanya. Dulu dia yang membantumu pada saat apapun keadaanmu. Dan kamu yang selalu berupaya ada untuknya walaupun tiada anggap baginya. Saya pernah tahu perjuanganmu untuknya telah maksimal namun dinilai minimal olehnya. Mulai hidup 2008 hingga 2014 kau ada untuknya, masa kuliah, masa pengangguran, masa bekerja dan masa melanjutkan pendidikan kamu selalu ada dibalik itu. Dan mungkin di akhir kuliahnya kamu pun mungkin ada untuknya. Namun ya begitu, usaha maksimal namun penilaian minimal.
Saat ini perjuanganmu benar - benar telah usai. Perjuangan menyakinkan orang tuamu dan memikirkan masa depan bersamanya telah usai. Sia - sia sudah kamu perjuangkan itu dan akhirnya dia tega meninggalkan begitu saja. Orang tuamu yang telah mulai membuka pikiriannya untuk menerimamu pernah berkata selesaikan kuliahmu dan kita siapkan masa depanmu bersamanya. Itu salah satu janjinya padaku. Namun harapanku itu akan mulai aku kubur dalam - dalam agar tak tercium bangkainya terhadap keluargaku. Dulu yang selalu aku banggakan dan aku pertahankan ternyata berpaling tanpa penjelasan.
Saat ini perjuanganmu benar - benar telah usai. Perjuangan menyakinkan orang tuamu dan memikirkan masa depan bersamanya telah usai. Sia - sia sudah kamu perjuangkan itu dan akhirnya dia tega meninggalkan begitu saja. Orang tuamu yang telah mulai membuka pikiriannya untuk menerimamu pernah berkata selesaikan kuliahmu dan kita siapkan masa depanmu bersamanya. Itu salah satu janjinya padaku. Namun harapanku itu akan mulai aku kubur dalam - dalam agar tak tercium bangkainya terhadap keluargaku. Dulu yang selalu aku banggakan dan aku pertahankan ternyata berpaling tanpa penjelasan.
Mungkin kamu pernah bermimpi bahwa setelah usai pendidikanmu akan mematangkan hubungan ini, iya mungkin setelah bulan mei akan ku matangkan dan akhir tahun akan kamu mantapkan menuju pelaminan. Saat ini bukan mimpi yang kau hadapin, namun kenyataan pahit yang dia buat untukmu. Hentikan mimpimu bersamanya, buang harapan - harapan indah pada dirinya. Saya yakin kamu akan sulit melewatin itu semuanya, namun Allah tak akan membuatmu sebegitu saja hancur kecuali oleh dirimu yang tak mau bangkit dari kenyataan yang ada.
Kamu harus sabar melewatinya, buang pikiranmu jauh tentangnya. Saya tahu bahwa kamu masih memikirkan ketegaannya pada dirimu. Tega menerima pinangan orang tanpa memberi tahu kamu terlebih dahulu. Mungkin dia telah mengubur mimpi kalian bersama makanya dia tega menerima pinangan tersebut. Apakah dia tidak tahu bahwa kamu begitu mencintainya,?? saya merasa tidak mungkin dia tidak tahu akan hal itu. Tapi dia memang benar telah menguburnya, mengubur sedalamnya hingga bangkainya pun harus dicium oleh diriku.
Sudahlah jangan memperpanjang pikiranmu padanya. Dia kan sudah meminta maaf dan izin padamu, ya walaupun kamu tak bisa memaafkan hal itu padanya. Sebelumnya kamu kan sudah menjelaskan padanya malasah maaf iu sebelum memutuskan hubungan ini. Pilihan kamu tepat untuk itu, karena tak semudah itu memaafkan orang yang telah menyakitimu.
Namun saya menyarankan padamu untuk belajar ikhlas dan sabar akan kejadian ini, selanjutnya bertahan dan bangkitlah dari keterpurukan ini. Saya selalu ada di sampingmu dan Allah selalu ada untukmu. Yakinlah itu wahai hati yang terpuruk.
Kamu harus sabar melewatinya, buang pikiranmu jauh tentangnya. Saya tahu bahwa kamu masih memikirkan ketegaannya pada dirimu. Tega menerima pinangan orang tanpa memberi tahu kamu terlebih dahulu. Mungkin dia telah mengubur mimpi kalian bersama makanya dia tega menerima pinangan tersebut. Apakah dia tidak tahu bahwa kamu begitu mencintainya,?? saya merasa tidak mungkin dia tidak tahu akan hal itu. Tapi dia memang benar telah menguburnya, mengubur sedalamnya hingga bangkainya pun harus dicium oleh diriku.
Sudahlah jangan memperpanjang pikiranmu padanya. Dia kan sudah meminta maaf dan izin padamu, ya walaupun kamu tak bisa memaafkan hal itu padanya. Sebelumnya kamu kan sudah menjelaskan padanya malasah maaf iu sebelum memutuskan hubungan ini. Pilihan kamu tepat untuk itu, karena tak semudah itu memaafkan orang yang telah menyakitimu.
Namun saya menyarankan padamu untuk belajar ikhlas dan sabar akan kejadian ini, selanjutnya bertahan dan bangkitlah dari keterpurukan ini. Saya selalu ada di sampingmu dan Allah selalu ada untukmu. Yakinlah itu wahai hati yang terpuruk.
