Mungkin ini saatnya saya harus terpaksa benar - benar mundur dari kisah ini. Kisah yang selalu ku coba pertahankan.
Setelah ku berkutat dalam sedih karna mencoba menjauh dan mengubur rasa, bukan karena hanya inginku namun inginmu jua, saat ini ku kembali ingin menjalin rasa sayang seperti dulu dan seperti biasanya tapi setelah ku mencoba memulai kembali, tetap saja semua tak seperti dulu dan tak seindah dulu.
Mungkin
karna memang rasa sayangmu tak seperti dulu.
Masih ingatkah janji - janji kita dulu, ku kembali hanya ingin menepati itu. Tapi setelah dekat, nyatanya kau tinggalkan dengan berbagai kenangan indah yang sempat aku rasakan dengan berbagai kenyamanan dan kasih sayang yang sempat aku rasakan.
Masih ingatkah janji - janji kita dulu, ku kembali hanya ingin menepati itu. Tapi setelah dekat, nyatanya kau tinggalkan dengan berbagai kenangan indah yang sempat aku rasakan dengan berbagai kenyamanan dan kasih sayang yang sempat aku rasakan.
Terimakasih karenamu untuk kedua kalinya aku merasakan sesakit ini menjalin rasa sayang. Kau yang sempat kupercayakan untuk tempat ku menaruh hati setelah hati ini sempat tertutup lama, dengan harapan kau yang mengisi dengan kebahagiaan yang lama tak ku dapatkan.
Maafkan aku yang harus menjauh, bukan karna aku membencimu tapi supaya aku dapat menghilangkan rasa sayang ini dan demi dirimu juga. Aku hanya pasrah dan tak berharap lebih akan rasa ini, ini yang kau pernah engkau katakan padaku. Dalam benakku mungkin kau mau fokus pada mimpimu tanpa diganggu oleh aku yang terus membuat bingung hatimu.
Iya mungkin begitu fikiranku. Baiklah, aku coba mengerti dengan
sikap yang harus aku jaga untuk tak begitu mengganggu. Aku
harus paham dan aku harus sadar bahwa aku berharap lebih akan perjalanan mu masih
panjang dan kau masih bebas untuk memilih siapa yang lebih pantas
menemani harimu.
Aku ini apa ??? tak ada yang perlu dibanggakan
dan tak ada alasan untuk mempertahankanku. Aku hanya pria yang harus
mengintrospeksi diri supaya tak lagi mengganggu hatimu.
Maaf karna ku, kau pernah kecewa, Maaf karna ku, kau pernah meneteskan air mata. Maaf karna ku, fikiran dan fokusmu menjadi kacau…. Forgive Me, Pleaseeee… Bukan kau yang salah, tapi aku yang terlalu berharap. Salam rinduku untukmu,, Miss You… I really Miss You
