Lma
sudah tak mendengarkan suara indahmu sejak kita mengakhiri perjumpaan
di desember semalam itu. Tak ada duga ku bsa berkomunikasi dengan dirimu
hri ini tnpa ada bntuan dia. Dengan bantuan itu sya berkeyakinan bahwa
niat yg baik akan selalu ada jalannya dan mungkin ini adalah doa yg
selalu kupinta pada Nya.
Ingin
rasanya langsung ku luapkan rasa rindu itu pada dirimu. Namun tak lah
semudah itu, krna qt mempunyai jarak dan status yg berbeda. alam
penantian ku tak pernah lepas akan doa untu dirimu. Walaupun aku tahu
tak semudah itu terkabulnya pintaku.
Rasa
canggung ku dengarkan dari nada pertamamu ketika menjawab ucapan
salamku. Rasa grogi kan pembicaraan ini pun dirasakan, entah apa alasan
yang bisa membuat itu semua menjadi grogi. Padahal lama kita
berkomunikasi 66 bulan pernah kita lalui namun tertutup dengan rasa 16
bulan ini.
Cinta sehatlah engkau dsana.

