Hidup Dua Mata Koin

by Maret 28, 2016 0 komentar
“Diriku mungkin memang orang yang tidak sempurna, namun sesungguhnya cintaku sempurna untukmu kasih. Tapi semua itu kau tinggalkan dan memilih hidup bersama orang lain yang kau cintai”
“Inilah hidupku, dan itulah hidupmu. Dua mata sisi koin yang berbeda, kau diatas sedangkan aku di bawah. Pantas saja jika kau memilihnya, lelaki yang lebih segalanya dariku. Namun kau suatu hari akan merasakan hati siapa yang lebih tulus untuk mencintaimu”
“Meninggalkan dan ditinggalkan adalah dua hal yang sama, yaitu sama-sama menyakitkan. Namun ku hanya seorang manusia biasa yang tak punya kekuasaan, keputusanmu itu yang memang terbaik untukmu, lakukanlah. Dan itu yang terbaik untukku, lepaskanlah”
“Mencintai adalah hal yang sangat membahagiakan, apalagi ketika orang yang kita cinta mencintai kita juga. Tapi sakit memang ketika cinta yang tlah kita berikan dengan setulusnya di balas dengan pengkhianatan. Namun itulah kehidupan yang harus ku sadari, jika jalan hidup harus sesuai dengan apa yang kita inginkan bukanlah itu sebuah kehidupan. Karena hidup yang sebenarnya adalah hidup yang penuh dengan rintangan dan cobaan”

"Ku Ikhslaskan perjalananku seperti ini dan aku rela menjalani seutuhnya. Mungkin tak perlu larut dalam kesedihan dan meratapi keputusanmu, Karena sebenarnya cinta kita telah usai dua tahun lalu. Yang saat ini terbersit hanyalah perjuangan nan penyesalan yang ada, kenapa disaat telah berakhir cerita kita kau masih menghembuskan udara segar padaku kala itu."
“Ku ikhlaskan kau bersanding bersamanya, meski terkadang air mata jatuh tanpa ku sadari hingga mata ini seperti ditutupi kabut yang amat tebal. Inilah aku dengan segala keterbatasan aku, semoga kau selalu hidup bahagia bersamanya, kasih”

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.