Kini (1)

by Juni 01, 2017 0 komentar
Tak terasa memang setahun telah berlalu. Dulu yang ada dalam benak ku adalah sulitnya melalui hari setelah kau tinggalkan aku. Begitu tegarnya ku lalui hari namun tetap saja tertangisi disaat sepi ku sendiri. Disaat ku menghadap Nya, pernah ku mempertanyakan keadilan bagi ku saat itu. Ku terlena akan ketidak adilan tanpa membangkitkan diri, teman wanita silih berganti datang mencoba merubut pikiran dan hati ini. Semua gagal hingga akhirnya ku memutuskan untuk tetap menjalani ini sendiri.

Beberapa kali aku merasakan rindu yang amat terdalam hingga tercucurkan air mata ini mengenang masa lalu itu. Ingin rasanya ku utarakan rindu ini pada mu dan memohon maaf. Hahhhhhhhh....... Ini hanya mimpiku saja. Kau yang telah pergi tinggalkan semua mimpiku yang ada, kau hancurkan semua yang menjadi impian ku. Mungkin ga kamu rasakan hati ini hingga aku memutuskan untuk meninggalkan kota ini demi menenangkan hati.

Kini aku bangkit.....
Saat ini semua telah berubah, kini ku kembali menyusun semua mimpiku dari bawah, ya dari bawah. Karena kau telah menghancurkannya berkeping - keping. Hari - hari ku kini penuh dengan belajar dan mengabdi,  Kalaupun ada yang bertanya tentang mu, itu sudah berlalu dan biarkanlah, semua punya proses hidup. Apakah kau memaafkannya? Itu yang belum bisa ku jawab. Yang jelas ini bangunan baru, jadi tak elok klo menyontek bangunan lama. Mungkin begitu jawaban yang cocok ya.

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.